TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bocah yang berasal dari Desa Zhaotong, Provinsi Yunnan, Cina, ini viral setelah tiba di sekolah dengan rambut dan alisnya yang sudah membeku.
Bocah yang bernama Wang ini berjalan 4,5 km menuju sekolahnya menembus dinginnya cuaca yang mencapai temperatur -9C.
Foto wang dengan kondisi membeku tersebut viral di media online setelah difoto oleh gurunya pada Senin (8/1/2018) sehingga mendapat perhatian dari media lokal mau pun internasional.
Dilansir dari Scmp.com, Wang adalah 'anak tertinggal,' sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan anak dari keluarga kurang mampu bahkan rumahnya pun hanya terbuat dari lumpur dan bata.
Ia tinggal bersama nenek dan adiknya dan jarang bertemu dengan ayahnya karena pergi merantau sedangkan ibunya sudah meninggalkannya ketika dia masih kecil.
Setelah fotonya viral, sumbangan pun berdatangan hingga ayahnya pun mendapat tawaran pekerjaan yang lebih baik dan pulang ke rumah.
Sumbangan pertama sebesar 100.000 yuan (US $ 15.370) diserahkan oleh pemerintah daerah ke sekolah dasar Zhuangshanbao agar setiap anak-anak mempunyai pakaian hangat yang lebih baik.
Selain itu, Yunnan Youth Development Foundation juga telah menerima lebih dari 1,9 juta yuan sumbangan pada Kamis sore.
Yayasan tersebut rencananya memberikan sumbangan ke anak-anak tertinggal di sembilan kota yang berbeda di Provinsi Yunnan.
Bocah Minum Air di Kubangan
Bagi orang Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Jawa patut bersyukur karena kini air tengah berlimpah.
Musim hujan yang sedang terjadi di penghujung tahun ini menjadi berkah karena persediaan air pun tak terbatas.
Untuk itu, orang-orang patut bersyukur karena masih banyak di luar sana yang kesulitan mendapatkan air.
Seperti yang meimpa gadis kecil yang satu ini.
Sebuah foto yang diambil oleh seorang jurnalis ini membuat semua orang yang melihatnya pasti terenyuh.
Bagaimana tidak, dalam foto itu memperlihatkan seorang gadis kecil sedang minum air kubangan di jalanan.
Dikutip dari Mirror, Gadis berumur sekitar 3 sampai 4 tahun asal Komunitas Mbya Guarani Argentina ini mencoba menuruti rasa hausnya.
Saat itu, cuaca di sana sangat panas berkisar 37 derajat celcius.
Posisi saat ia minum pun semakin membuat kita terenyuh.
Gadis kecil itu dalam posisi seperti sedang sujud sambil minum air kubangan di tengah jalan itu.
Diketahui ia dan teman-temannya adalah pengemis jalanan di Kota Posadas.
Foto gadis tersebut diposting oleh seorang relawan Migue Rios yang melakukan perjalanan amalnya dan kini telah keluar dari negara asalnya Argentina.
Migue juga bekerja untuk UNICEF Argentina dan berbasis di Posadas.
Dalam postingan di facebooknya Migue menuliskan caption "Sementara negara ini terserang gelombang panas, gadis ini menenangkan dirinya dari tanah".
"Kita telah melakukan kesalahan sebagai makhluk sosial bukan?"
Dia juga mengungkapkan alasan memposting untuk menyindir pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas nasib anak-anak seperti itu dan berusaha menyadarkan masyarakat.
Sang jurnalis yang memfoto momen tersebut angkat bicara terkait keadaan saat itu.
Di situs berita lokal Misiones Online, ia mengatakan saat itu ia sedang berhenti di lampu merah.
Lalu iamelihat pemandangan yang sangat tidak enak dilihat.
Anak-anak dari Komunitas Mbya Guarani dieksploitasi oleh orang dewasa di komunitas mereka dan dipaksa mengemis.
Gubernur kota dan provinsi membantu mereka berulang kali, bahkan membawa mereka kembali ke desa asal mereka, tapi biasanya mereka baru saja kembali beberapa saat kemudian mengemis lagi.
Bantuan pun sudah pernah diberikan namun mereka menolak untuk pindah karena penghasilan yang mereka dapatkan jauh lebih besar dibanding di desa asalnya.
Setelah foto tersebut beredar banyak pihak yang membantu mengirimkan air kemasan pada mereka.
Foto tersebut mengundang reaksi dari netizen.
Netizen banyak menanggapi dengan keprihatinan, malu dengan diri sendiri, bahkan ada yang meluapkan kemarahan.
Semoga potret ini menyadarkan kita, tidak perlu jauh-jauh saudara di sekitar kita juga masih banyak yang memerlukan uluran tangan.




